Hati
yang selama ini menyimpan sebuah nama, yaitu kamu. Aku terlalu banyak berkhayal
untuk bisa memiliki dirimu, dan belum tentu khayalan itu menjadi nyata.
Bukan
maksudku tiba – tiba menghilang, dan tak pernah lagi memberi kabar padamu, tak
pernah lagi memberi pesan singkat padamu, walaupun aku tau kamu akan hiraukan
pesan itu. Mungkin juga itu yang kamu mau, untuk aku menghilang, dari pada aku
ada hanya untuk mengganggu imanmu.
Waktu
itu aku gila akan cinta, sehingga aku berobsesi untuk mendapatkan dirimu. Sudah
banyak cara agar aku bisa mendapatkan dirimu, walaupun kamu tak pernah menilai
semua caraku.
Dan
aku masih ingat, saat kita pertama kali bertemu, bertemu dalam sebuah pertemuan
yang sangat singkat sekali. Tak sampai berpuluh – puluh menit kita bertemu, dan
saat aku meminta bertemu untuk kedua kalinya... kau menolaknya, bukan menolak,
lebih tepatnya belum saatnya, katamu.
Dari
situ aku sadar dan mulai mengerti sedikit isi pikiranmu, kalau kamu adalah
wanita baik – baik. Hingga tak mau bertemu denganku untuk kedua kalinya.
“Wanita baik- baik, akan bertemu dengan lelaki baik – baik pula” itu yang aku baca.
Maka dari itu aku ingin menjadi lelaki baik untukmu, dan untuk Tuhan. Tuhan
memberikan hidayah padaku lewat dirimu, untuk mengubahku menjadi lebih baik
lagi.
Aku
menghargaimu, menghargai semua keinginanmu. Bertemu saja susah, apalagi untuk menjalin hubungan
(pacaran). Aku tau dalam pikiranmu tak ada yang namanya pacaran, aku mengerti
itu. Dalam Islam pun tak ada yang namanya Pacaran. Aku rela harus menjadi lebih baik untukmu, Untuk-Nya, aku bertahan dalam diamku. aku tak akan meninggalkanmu,
aku masih mengejarmu, dan aku masih mengejar Ridho-Nya juga, dengan cara memperbaik diri.
Aku
hanya minta satu dari kamu, jika memang dirimu memiliki rasa yang sama
sepertiku? Kita jaga bersama rasa ini baik – baik untuk kedepannya (Jika memang
kau juga ada rasa), jangan pernah kau ubah rasa itu, karena aku tak akan pernah
merubah sedikitpun untukmu (Insyaa Allah).
Kita
berdoa agar kita di pertemukan di jalan yang sama dan pemikiran yang sama.
Tolong beri aku pertanda atau petunjuk jika kau juga memiliki rasa yang sama
sepertiku, aku mohon padamu, aku mohon dengan sangat, beri aku pertanda itu,
entah dengan cara apa pertanda itu.
Masih
kamu yang aku nanti, tak akan pernah berubah, jika saja memang kehendak-Nya.
Tapi
aku yakin, kalau dirimu yang akan menjadi pelengkap hidupku, pelengkap imanku,
dan segala pelengkap kekuranganku.
Masih
kamu yang aku nanti.
Untuk
seseorang yang akan menemaniku di masa depan. Aamiin.
Writer
: H.R

Insyaallah ada jalan :)
BalasHapus