Minggu, 20 Maret 2016

Masih Kamu Yang Aku Nanti




Sedikit ungkapan dari hati yang paling dalam, untuk seseorang yang masih dalam angan. Seseorang yang akan menjadi penyejuk hatiku.
Hati yang selama ini menyimpan sebuah nama, yaitu kamu. Aku terlalu banyak berkhayal untuk bisa memiliki dirimu, dan belum tentu khayalan itu menjadi nyata.

Bukan maksudku tiba – tiba menghilang, dan tak pernah lagi memberi kabar padamu, tak pernah lagi memberi pesan singkat padamu, walaupun aku tau kamu akan hiraukan pesan itu. Mungkin juga itu yang kamu mau, untuk aku menghilang, dari pada aku ada hanya untuk mengganggu imanmu.
Waktu itu aku gila akan cinta, sehingga aku berobsesi untuk mendapatkan dirimu. Sudah banyak cara agar aku bisa mendapatkan dirimu, walaupun kamu tak pernah menilai semua caraku.

Dan aku masih ingat, saat kita pertama kali bertemu, bertemu dalam sebuah pertemuan yang sangat singkat sekali. Tak sampai berpuluh – puluh menit kita bertemu, dan saat aku meminta bertemu untuk kedua kalinya... kau menolaknya, bukan menolak, lebih tepatnya belum saatnya, katamu.

Dari situ aku sadar dan mulai mengerti sedikit isi pikiranmu, kalau kamu adalah wanita baik – baik. Hingga tak mau bertemu denganku untuk kedua kalinya. “Wanita baik- baik, akan bertemu dengan lelaki baik – baik pula” itu yang aku baca. Maka dari itu aku ingin menjadi lelaki baik untukmu, dan untuk Tuhan. Tuhan memberikan hidayah padaku lewat dirimu, untuk mengubahku menjadi lebih baik lagi.

Aku menghargaimu, menghargai semua keinginanmu. Bertemu saja susah, apalagi untuk menjalin hubungan (pacaran). Aku tau dalam pikiranmu tak ada yang namanya pacaran, aku mengerti itu. Dalam Islam pun tak ada yang namanya Pacaran. Aku rela harus menjadi lebih baik untukmu, Untuk-Nya, aku bertahan dalam diamku. aku tak akan meninggalkanmu, aku masih mengejarmu, dan aku masih mengejar Ridho-Nya juga,  dengan cara memperbaik diri.

Aku hanya minta satu dari kamu, jika memang dirimu memiliki rasa yang sama sepertiku? Kita jaga bersama rasa ini baik – baik untuk kedepannya (Jika memang kau juga ada rasa), jangan pernah kau ubah rasa itu, karena aku tak akan pernah merubah sedikitpun untukmu (Insyaa Allah).

Kita berdoa agar kita di pertemukan di jalan yang sama dan pemikiran yang sama. Tolong beri aku pertanda atau petunjuk jika kau juga memiliki rasa yang sama sepertiku, aku mohon padamu, aku mohon dengan sangat, beri aku pertanda itu, entah dengan cara apa pertanda itu.
Masih kamu yang aku nanti, tak akan pernah berubah, jika saja memang kehendak-Nya.

Tapi aku yakin, kalau dirimu yang akan menjadi pelengkap hidupku, pelengkap imanku, dan segala pelengkap kekuranganku.
Masih kamu yang aku nanti.
Untuk seseorang yang akan menemaniku di masa depan. Aamiin.

Writer : H.R