Hujan,
dinginmu membawahku ke rindu, yang harusnya ada dekapan hangat di tubuhku saat
dinginmu menyerang, tapi kini hangat itu sudah tak dapat aku rasakan lagi, kini
hangat dekapan itu takkan bisa menyapu dinginmu. Dingin mu menyelimuti rinduku.
Hujan,
kenapa saat kau turun tidak hanya air saja yang kau bawa? tapi kenanganpun juga
kau bawa turun bersama dingin rintikmu. Tak hanya kenangan manis yang kau bawa,
kenangan pahitpun sempat kau bawa turun. Teringat saat aku mengetahui hatiku
tak berarti lagi untuknya, karena saat itu ku tahu dia menjalin cinta dengan
yang lain, dan tak mau tau tentang perasaanku.
Hujan,
ku titipkan rinduku padamu, dan sampaikan rinduku ini padanya, sampaikan bahwa
aku merindukannya, bahwa aku mencintainya. Tak lagi ku titipkan rinduku kepada
bintang – bintang di langit, karena ku tau bintang pun tertutup oleh derasnya
rintik yang kau bawah turun, seperti rinduku yang tertutup olehmu, tolong
sampaikan padanya.
Hujan,
saat nanti jika kau berhenti menurunkan rintikmu, tolong berikan aku warna
dengan pelangi, berikan aku
cahaya dengan pelangi,
walaupun cahaya itu tak begitu terang, tapi tak apa, setidaknya cahaya itu
nanti menerangi jalanku menujuh cinta yang lain. Cinta yang benar – benar
mengerti perasaaanku dan menghargai perasaanku.
Hujan,
untuk yang terakhir, tolonglah
sejukkan hati untuk seseorang yang akan menjadi jalanku yang terang nanti. Biarkan aku menanti cinta yang lain, menanti cinta
yang pantas untukku. Semua takkan pernah aku sesali, karena aku tau semua tak
berhenti sampai disini.
Writer : H.R