Senin, 12 September 2016

MENUJUH BAIK


Setiap orang memiliki hak untuk berubah menjadi lebih baik, berubah lebih baik karena Allah. Dalam sebuah proses perubahan akan ada mereka – mereka yang tidak suka pada kita, mungkin akan ada ucapan – ucapan yang membuat hati kita tergoyah, tapi tenang kita punya Allah yang menahan hati kita agar tetap tegar dan tetap kuat  berpeganggan teguh dalam perintah-Nya.

Jangan bersedih  atas mereka yang tidak suka pada kita, pada proses Hijrah kita untuk menjadi lebih baik. “Sesungguhnya orang – orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang – orang beriman” (QS. Al – Mutaffifin : 29)

Awalnya kita akan merasa takut di jauhin teman – teman terdekat kita, tapi kalian akan tau siapa – siapa teman yang menerima berubahan kita, teman yang membantu kita menujuh jalan Allah, teman yang tau keadaan kita yang sedang memperbaiki diri. “Orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik untuknya” (HR. Ahmad)

Jujur dulu saya juga merasa takut dengan proses berhijrah ini, saya takut akan banyak orang – orang yang akan mencaci, saya takut banyak teman yang akan berfikiran negatif tentang perubahan saya. Saat di pikir kembali, untuk apa saya takut dengan semua itu. Saya berubah karena Allah, bukan karena manusia, saya berubah karena ingin kembali kejalan Allah yang benar, saya berubah karena saya ingin mendapatkan keridhaan Allah di setiap langkah saya. Mereka tidak tau seberat apa upaya saya untuk berubah meninggalkan masa lalu saya.

SABAR, Kunci dari sebuah kesuksesaan untuk berubah menjadi baik. Biarkan apa kata mereka dengan apa yang kita lakukan sekarang, sekali kita benar di jalan Allah. Sabar dari segala hinaan dan cacian. InsyaAllah, Allah mengangkat tinggi derajat kita jika kita sabar menghadapi mereka. Allah bersama orang – orang yang sabar.

Tetap dalam komitmen kita, tetap pada niat kita untuk berubah. Semua karena Allah, semua untuuk Allah. Hanya pada Allah kita berlindung. “ Maka ketahuilah bahwasanya Allah pelindungmu, dan Dia sebaik – baik pelindung dan sebaik – baik penolong” (QS. Al – Anfal : 40)

Terus perbaiki diri, dan jangan tertipu dengan bisikan – bisikan syaitan yang mencoba menghentikan proses Hijrah kita. Terus taat kepada Allah, menjalankan segala perintanya, dan menjauhi segala larangannya. Kita akan termasuk orang orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Semoga dengan tulisan ini kalian semua yang sedang berhijrah di jalan Allah SWT bisa termotivasi, libatkan Allah di setiap semua urusan kalian, begitu juga denganku.

Writer : H.R

IG : @HanifRizkiansyah

Minggu, 20 Maret 2016

Masih Kamu Yang Aku Nanti




Sedikit ungkapan dari hati yang paling dalam, untuk seseorang yang masih dalam angan. Seseorang yang akan menjadi penyejuk hatiku.
Hati yang selama ini menyimpan sebuah nama, yaitu kamu. Aku terlalu banyak berkhayal untuk bisa memiliki dirimu, dan belum tentu khayalan itu menjadi nyata.

Bukan maksudku tiba – tiba menghilang, dan tak pernah lagi memberi kabar padamu, tak pernah lagi memberi pesan singkat padamu, walaupun aku tau kamu akan hiraukan pesan itu. Mungkin juga itu yang kamu mau, untuk aku menghilang, dari pada aku ada hanya untuk mengganggu imanmu.
Waktu itu aku gila akan cinta, sehingga aku berobsesi untuk mendapatkan dirimu. Sudah banyak cara agar aku bisa mendapatkan dirimu, walaupun kamu tak pernah menilai semua caraku.

Dan aku masih ingat, saat kita pertama kali bertemu, bertemu dalam sebuah pertemuan yang sangat singkat sekali. Tak sampai berpuluh – puluh menit kita bertemu, dan saat aku meminta bertemu untuk kedua kalinya... kau menolaknya, bukan menolak, lebih tepatnya belum saatnya, katamu.

Dari situ aku sadar dan mulai mengerti sedikit isi pikiranmu, kalau kamu adalah wanita baik – baik. Hingga tak mau bertemu denganku untuk kedua kalinya. “Wanita baik- baik, akan bertemu dengan lelaki baik – baik pula” itu yang aku baca. Maka dari itu aku ingin menjadi lelaki baik untukmu, dan untuk Tuhan. Tuhan memberikan hidayah padaku lewat dirimu, untuk mengubahku menjadi lebih baik lagi.

Aku menghargaimu, menghargai semua keinginanmu. Bertemu saja susah, apalagi untuk menjalin hubungan (pacaran). Aku tau dalam pikiranmu tak ada yang namanya pacaran, aku mengerti itu. Dalam Islam pun tak ada yang namanya Pacaran. Aku rela harus menjadi lebih baik untukmu, Untuk-Nya, aku bertahan dalam diamku. aku tak akan meninggalkanmu, aku masih mengejarmu, dan aku masih mengejar Ridho-Nya juga,  dengan cara memperbaik diri.

Aku hanya minta satu dari kamu, jika memang dirimu memiliki rasa yang sama sepertiku? Kita jaga bersama rasa ini baik – baik untuk kedepannya (Jika memang kau juga ada rasa), jangan pernah kau ubah rasa itu, karena aku tak akan pernah merubah sedikitpun untukmu (Insyaa Allah).

Kita berdoa agar kita di pertemukan di jalan yang sama dan pemikiran yang sama. Tolong beri aku pertanda atau petunjuk jika kau juga memiliki rasa yang sama sepertiku, aku mohon padamu, aku mohon dengan sangat, beri aku pertanda itu, entah dengan cara apa pertanda itu.
Masih kamu yang aku nanti, tak akan pernah berubah, jika saja memang kehendak-Nya.

Tapi aku yakin, kalau dirimu yang akan menjadi pelengkap hidupku, pelengkap imanku, dan segala pelengkap kekuranganku.
Masih kamu yang aku nanti.
Untuk seseorang yang akan menemaniku di masa depan. Aamiin.

Writer : H.R

Jumat, 26 Februari 2016

Sempat Menyerah


Pernah sekali aku berfikit untuk melepaskanmu, melepaskan semua usaha – usahaku padamu. aku tau, dan aku sadar, karena usahaku tak pernah kau lirik sama sekali, walaupun itu sedikit. 
 
Seberapa pentingnya dirimu terhadapku? Hingga aku terlalu bodoh untuk menghabisakan banyak waktu untuk hal ini. Aku mencoba untuk menghindar dari segala sesuatu yang bersangkutan denganmu, tapi tetap saja kau tak mau pergi dari pikiranku.

Saat aku mencoba melangkah kedepan, mencoba untuk tidak peduli sama sekali terhadapmu, mencoba tidak untuk menoleh kebelakang, aku terdiam. Apa cuma ini usahaku? Apa cuma ini kekuatanku? Jika ada yang indah di belakang kenapa harus di tinggalkan?.

Aku berbalik arah untuk kembali mengejarmu, kembali dengan perasaan yang sama, tak berubah sedikitpun, dan kembali berusaha untuk meluluhkan hatimu. Akan kubawa kau melangkah maju bersamaku, bersama masa depanku yang telah kusiapkan bersamamu.

Tak mudah melepasmu, tak mudah meninggalkanmu begitu saja, walupun saat ini aku dan kamu belum bersatu dalam perasaan yang sama. Aku sempat menyerah mengejarmu, tapi itu tidak akan pernah terjadi padaku tanpa ada alasan apapun.

AKU MENANTI, SAMPAI PASTI.

Writer : H.R

Rabu, 13 Januari 2016

Rintikmu, Hujan

Hujan, rintik – rintikmu menemani sunyinya malamku, beban berat yang aku rasakan kini tak begitu terasa berat, suara rintikmu memenuhi gendang telingaku. Ingin sekali aku menjadi Hujan, menjadi sisi positifmu, menjadi hal yang di tunggu – tunggu banyak orang saat gerah yang menyerang. Hadirmu selalu bersamaan dengan yang lain, sedangkan aku? Selalu sendiri sejak kekasih hati meninggalkan sisi ini.

Hujan, dinginmu membawahku ke rindu, yang harusnya ada dekapan hangat di tubuhku saat dinginmu menyerang, tapi kini hangat itu sudah tak dapat aku rasakan lagi, kini hangat dekapan itu takkan bisa menyapu dinginmu. Dingin mu menyelimuti rinduku.

Hujan, kenapa saat kau turun tidak hanya air saja yang kau bawa? tapi kenanganpun juga kau bawa turun bersama dingin rintikmu. Tak hanya kenangan manis yang kau bawa, kenangan pahitpun sempat kau bawa turun. Teringat saat aku mengetahui hatiku tak berarti lagi untuknya, karena saat itu ku tahu dia menjalin cinta dengan yang lain, dan tak mau tau tentang perasaanku.

Hujan, ku titipkan rinduku padamu, dan sampaikan rinduku ini padanya, sampaikan bahwa aku merindukannya, bahwa aku mencintainya. Tak lagi ku titipkan rinduku kepada bintang – bintang di langit, karena ku tau bintang pun tertutup oleh derasnya rintik yang kau bawah turun, seperti rinduku yang tertutup olehmu, tolong sampaikan padanya.

Hujan, saat nanti jika kau berhenti menurunkan rintikmu, tolong berikan aku warna dengan pelangi, berikan aku cahaya dengan pelangi, walaupun cahaya itu tak begitu terang, tapi tak apa, setidaknya cahaya itu nanti menerangi jalanku menujuh cinta yang lain. Cinta yang benar – benar mengerti perasaaanku dan menghargai perasaanku.

Hujan, untuk yang terakhir, tolonglah sejukkan hati untuk seseorang yang akan menjadi jalanku yang terang nanti. Biarkan aku menanti cinta yang lain, menanti cinta yang pantas untukku. Semua takkan pernah aku sesali, karena aku tau semua tak berhenti sampai disini.

Writer : H.R